

Kuala Lumpur, Malaysia – Dosen Program Studi S1 Ilmu Aktuaria Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran, Hasna Afifah Rusyda, S.Si., M.Stat., berpartisipasi sebagai pemakalah dalam Society of Actuaries (SOA) Asia Actuarial Teaching Conference (ATC) 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Juni 2026 di Sunway University, Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi internasional ini menjadi ajang pertemuan para pendidik, akademisi, dan praktisi aktuaria dari berbagai negara Asia untuk berbagi pengalaman, inovasi pembelajaran, serta praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan aktuaria.
Dalam forum tersebut, Hasna mempresentasikan hasil kajian berjudul “From Internship Scores to Employment Outcomes: A Rapid Evaluation for Actuarial Education.” Presentasi ini mengangkat pentingnya evaluasi berbasis data terhadap program magang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia kerja (work-integrated learning).
Penelitian yang dipresentasikan berangkat dari fenomena bahwa nilai magang sering kali digunakan sebagai indikator kesiapan kerja mahasiswa. Namun demikian, masih sedikit evaluasi yang dilakukan untuk melihat apakah nilai tersebut benar-benar berkorelasi dengan keberhasilan lulusan dalam memperoleh pekerjaan yang relevan setelah lulus. Melalui pendekatan evaluasi yang sederhana namun berbasis data, penelitian ini berupaya memberikan bukti empiris yang dapat dimanfaatkan untuk penyempurnaan sistem penilaian magang dan pengembangan kurikulum pendidikan aktuaria.
Kajian tersebut menggunakan data mahasiswa dan alumni Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Padjadjaran, khususnya pada skema Praktik Kerja Lapangan (PRAKERIN) Magang Penelitian. Dalam skema ini, mahasiswa melakukan magang di institusi mitra dan mengidentifikasi permasalahan nyata yang kemudian diterjemahkan menjadi masalah aktuaria untuk dikembangkan menjadi proposal penelitian tugas akhir. Program ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dirancang untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi industri.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas lulusan bekerja pada sektor yang berkaitan dengan bidang aktuaria, seperti asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, reasuransi, perbankan dan keuangan, serta perusahaan konsultasi aktuaria. Penelitian juga menemukan bahwa lulusan dengan nilai magang A memiliki proporsi pekerjaan yang relevan dengan bidang aktuaria sedikit lebih tinggi dibandingkan lulusan dengan nilai B. Namun, berdasarkan analisis statistik yang dilakukan, perbedaan tersebut belum memberikan bukti yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa nilai magang secara signifikan memengaruhi kesesuaian pekerjaan pertama lulusan.
Temuan tersebut memberikan beberapa rekomendasi penting bagi pengembangan pendidikan aktuaria. Di antaranya adalah perlunya penyempurnaan rubrik penilaian magang agar mampu membedakan tingkat kompetensi mahasiswa secara lebih jelas, terutama karena sebagian besar mahasiswa memperoleh nilai pada rentang A dan B. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penggunaan bukti kinerja yang lebih terukur, seperti laporan teknis, dokumentasi proyek, atau handover note, sehingga proses asesmen dapat menghasilkan informasi yang lebih bermakna mengenai capaian mahasiswa selama menjalani magang.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kalibrasi penilaian di berbagai institusi mitra magang guna meningkatkan konsistensi dan objektivitas asesmen. Dengan demikian, hasil evaluasi magang tidak hanya menjadi nilai akademik semata, tetapi juga dapat berfungsi sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Partisipasi Hasna Afifah Rusyda dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Society of Actuaries ini merupakan bentuk kontribusi aktif Universitas Padjadjaran dalam pengembangan pendidikan aktuaria di tingkat global. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dan organisasi profesi internasional untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran aktuaria yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan metode evaluasi pembelajaran yang berbasis bukti dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Selain itu, penelitian ini berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui upaya peningkatan kesiapan kerja lulusan serta penguatan keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Keikutsertaan dalam forum internasional seperti SOA ATC 2026 juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring dan kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan profesi aktuaria.
Melalui partisipasi ini, Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja melalui inovasi pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri.



